Ketika sore mulai
ranum
Angin petang menyentuh kulit
Apa kau kira desa angin itu seperti biasanya ?
Kali ini tidak
Angin petang menyentuh kulit
Apa kau kira desa angin itu seperti biasanya ?
Kali ini tidak
Bukankah esok lusa
kita akan beranjak dari sini !
Meninggalkan semua memori
Senyummu indah kawan, tapi bagiku tidak
Ini adalah selamat berpisah yang tidak terucap
Meninggalkan semua memori
Senyummu indah kawan, tapi bagiku tidak
Ini adalah selamat berpisah yang tidak terucap
Harusnya aku tega
melepas semua tentang kita
Namun cobalah sekali lagi iringi kepergianku tanpa lelah doa
Sorepun beranjak malam
Sunyinya menusuk hati
Namun cobalah sekali lagi iringi kepergianku tanpa lelah doa
Sorepun beranjak malam
Sunyinya menusuk hati
Aku sedang teringat
Tepatnya mengingat kebersamaan yang panjang
Melewati masa demi masa
Melewati hari demi hari
Tepatnya mengingat kebersamaan yang panjang
Melewati masa demi masa
Melewati hari demi hari
Kita tidak sedang
beringus atau menangis tanpa sebab dipojok kelas
Kita juga tidak sedang kesal atau menggerutu
Karena bapak dan ibu guru tidak memahami kita
Aku menggigil di pucuk malam
Kita juga tidak sedang kesal atau menggerutu
Karena bapak dan ibu guru tidak memahami kita
Aku menggigil di pucuk malam
Aku ingat betul kita
pernah
Tertawa, menangis, gelisah dan terluka bersama
Ayo kawan kita lekas berkemas
Malam tidak selamanya menjaga kita dari matahari pagi
Tertawa, menangis, gelisah dan terluka bersama
Ayo kawan kita lekas berkemas
Malam tidak selamanya menjaga kita dari matahari pagi
Siang adalah bayangan
nyata
Kenyataan yang tidak mampu kita hindari
Bahwa hari ini kita mulai berjalan sendiri
Selamat jalan kawan....Selamat jalan
Kenyataan yang tidak mampu kita hindari
Bahwa hari ini kita mulai berjalan sendiri
Selamat jalan kawan....Selamat jalan
By:Ruse
Debige

0 komentar:
Posting Komentar